Bait yang Tercecer

Hallo. Maafkan aku kembali dengan sebuah cerita yang menyedihkan lagi-lagi:)
Sekarang aku menjadi seorang mahasiswa Ilmu Ekonomi di salah satu universitas di daerah tempat tinggal ku, Yogyakarta. Andai kalian tahu betapa bahagianya aku ketika melihat pengumuman itu, tapi..
Ceritaku bermula dari sini. Aku melihat kedua orangtuaku hanya memberikan setengah restu mereka. Entahlah kenapa. Tapi dengan jelas mereka memberitahuku.
Bagi siapapun seorang mahasiswa menjalani itu semua terasa sangat berat. Untuk berfikir ketika dosen sedang menjelaskan saja memerlukan tenaga full 1000000%, masih harus ditambah dengan hal-hal yang seperti itu. Tidak ada fikiran untuk ,, isikan sendiri

Aku mulai nyaman dengan keadaan itu, mau bagaimana. Aku terus mencoba beradaptasi dengan apa yang dihadapkan denganku. Aku berusaha memenuhi apa yang mereka harapkan. Namun aku mulai lelah.
Pulang malam adalah salah satu caraku untuk berlari dari tiap permasalahan yang tengah menghadangku dirumah, menunggu untuk mengeksekusiku, menanti memakan bulat-bulat seluruh tubuhku. Aku sadar betul, sebuah kesalahan karna aku seharusnya menatap masalah itu dan menyelesaikannya, tapi ini bukan permasalahan sesederhana itu. Aku seperti hancur.

Kemudian aku menemukan hmm hal yang diluar perkiraanku, dan aku mulai takut. Maafkan aku kembali.
Kev, masihkah kamu disana?
Kev, bisakah kau mendengarku?
Kev, tak bisakah kau mencoba?
Kev, maafkan aku kembali

Aku mulai lelah dengan keadaan yang ada
Aku ingin kembali
Bukan seperti dulu
Tapi memulai dari awal
Saat semua tawa terasa biasa saja.