Belum Lagi, mungkin esok.
Mendengarkan Amigdala lagi-lagi hanya membuatku termenung, lama sekali. Berjalan-jalan melalui mimpi-mimpi yang enggan tergapai. Melahapnya dalam diam, kau tau sebenarnya itu semua tidak sia-sia. Mereka indah untuk tetap disana. Tetap dalam pelukan erat hatimu, jangan sampai terlepas. Karena seketika hal tersebut terlepas, hatimu akan sesak. Betul begitu?
Apalah ini.
Kali ini, sepertinya ketakutan ku sudah memuncak.
Sepertinya yang ku tulis hilang.
Kalau boleh aku ulangi,
Sepenggal paragraf ini,
Teruntuk kamu yang tengah berlalu,
Dan melupakan arah pulang.
Tapi aku masih belum mampu lagi, mungkin esok pagi.
Apalah ini.
Kali ini, sepertinya ketakutan ku sudah memuncak.
Sepertinya yang ku tulis hilang.
Kalau boleh aku ulangi,
Sepenggal paragraf ini,
Teruntuk kamu yang tengah berlalu,
Dan melupakan arah pulang.
Tapi aku masih belum mampu lagi, mungkin esok pagi.