Berharap Terang
27 Maret 2021,
Di mulailah perjalanan panjang kali ini,
Bukan lagi berharap pada mentari pagi yang akan menyapaku,
Tapi teduh sore sahabat di ibukota,
Hanya sekedar harapku.
Aku masih berharap bahwa entah kapan itu, kita akan bertemu di persimpangan jalan. Tanpa aku memaksa untuk menemuimu.
Dhil, tidak bisakah aku menunggu mu saja?
Aku tau bukan tidak bisa, aku percaya Tuhan memberiku rasa ini atas izinnya. Pun ketika aku memilih untuk tetap bersandar di dermaga sepimu, aku memiliki kepercayaan bahwa Tuhan yang memintaku bersabar.
Atas apapun nanti yang akan terjadi, aku masih tidak dapat menggambarkan apapun yang akan aku hadapi. Aku percaya kamu tahu, aku percaya kamu pun paham. Hanya benar benar aku tidak dapat memahami apa yang sebaiknya aku lakukan.